Nasib Pasti makin tak Pasti
Amlapura (Bali Post) - Senin Paing, 17 September 2007
Musibah bertubi-tubi dialami korban Ni Wayan Pasti (56) warga Banjar Jungsri, Bebandem. Dia diduga menjadi korban malpraktik dokter. Saat menjalani operasi kanker rahim di RSUD Karangasem, kantung kemihnya bocor, tergores pisau operasi sehingga sampai kini dia kencing terus. Pasti dirujuk ke RS Sanglah untuk operasi menjahit kantung kemihnya, namun sudah delapan bulan menunggu sampai kini belum juga ditangani.
Ni Wayan Pasti, Minggu (16/9) kemarin, menceritakan penderitaannya di rumahnya didampingi suaminya I Nyoman Kani (58). Pasti yang sebelumnya berprofesi sebagai pedagang canang di Pasar Amlapura Timur itu 13 Juni 2006 menjalani operasi mengangkat rahimnya di RSUD Karangasem. Dia menderita kanker rahim. Setelah operasi dan pulang, ternyata air kencing terus merembes dari kemaluannya. Meski sudah dipasangi kateter (saluran kencing berupa pipa plastik), tetapi air seni tetap merembes.
Beberapa kali memeriksakan diri ke dokter, barulah diketahui kandung kemihnya bocor akibat terluka gores saat menjalani operasi kanker. Dokter kebidanan dan penyakit kandungan di RSUD Karangasem yang menangani pun mengaku heran. Selama ini ratusan operasi sejenis dilakukannya, namun baru pada korban Pasti yang terjadi kasus kantung kemihnya tergores pisau operasi.
Ibu lima anak itu tak mau lagi ditangani di RSUD Karangasem. Dia dirujuk ke RS Sanglah. Namun sudah delapan bulan menunggu giliran operasi, sampai kini belum mendapat giliran operasi. ''Saya dan keluarga bolak-balik mengecek ke RS Sanglah, ternyata dikatakan belum mendapat giliran operasi. Saya berharap segera menjalani operasi, agar bisa hidup lebih lama,'' harapnya.
Pasti kini mengaku tak bisa berjualan canang di pasar untuk menghidupi keluarganya. Soalnya, air seni merembes terus selain malu juga merasa tidak enak mengerjakan canang. Sejak sakit, ia mengaku tak tahan duduk berlama-lama. Kedua pasangan suami-istri itu kini mengaku tak bisa bekerja mencari nafkah.
Sementara suaminya, Kani, sudah belasan tahun menderita penyakit aneh. Kulit di sekujur tubuhnya muncul bercak-bercak putih. Bercak itu kini telah menyatu. Kani seperti orang bule. Dia tak tahan terkena matahari langsung. Penyakit itu dideritanya sudah puluhan tahun, saat baru beranak dua. Saat itu, dia bekerja sebagai buruh pembuat bata di Kayu Putih, Bebandem. Karena pasutri itu tak bisa mencari nafkah, beberapa anaknya tak bisa melanjutkan sekolah karena tak ada biaya. ''Ada yang kelas III SD putus sekolah, ada yang cuma sampai kelas II SMP,'' ujar Pasti. (013)
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Kamis, 07 Februari 2008
Turun Peranakan tak Mengancam Jiwa
Minggu, 11 Januari 2004
SEJAK dulu turun peranakan yang di dunia medis disebut dengan istilah prolaps genetalia telah banyak dikenal orang. Keadaan ini disamakan dengan suatu hernia yaitu di mana bagian organ bagian dalam tubuh turun ke rongga kemaluan atau bahkan mungkin keluar dari liang kemaluan tersebut.
Turun peranakan terjadi karena adanya kelemahan pada otot besar panggul sehingga satu atau lebih organ didalam panggul turun. Kerusakan yang terjadi mulanya tanpa gejala (asimptomatik), tetapi dengan bertambahnya usia maka kadar hormon estrogen dalam tubuh akan menurun dan akan menyebabkan penurunan fungsi otot sehingga keadaan tersebut menjadi bergejala.
Menurut data di RSCM Jakarta tahun 1995-2000 telah dilakukan tindakan operasi pada 240 kasus yang mempunyai keluhan dengan rata-rata 60 hingga 70 tahun, sehingga tidak mengherankan bila di Indonesia yang usia harapan hidupnya meningkat kejadian turunnya peranakan meningkat, walaupun kadang-kadang riwayat melahirkan tidak lebih dari empat kali.
Dr H Amir Fauzi, SpOG, dari Subdivisi Uroginekologi dan Rekonstruksi Departemen Obstetri dan Ginekologi FK Unsri dan RSMH, mengatakan kebanyakan wanita yang pernah melahirkan terutama yang mempunyai riwayat melahirkan empat kali atau lebih akan mengalami kelemahan otot besar panggul sehingga terjadi penurunan organ panggul yang kadang tanpa gejala tergantung beratnya kelainan tersebut.
Menurutnya, derajat beratnya kelainan adalah tergantung pada posisi organ panggul di dalam liang kemaluan. Pada keadaan ringan dan sidang (tingkat I-II) kebanyakan tanpa gejala, pada keadaan berat (tingkat III) baru dirasakan adanya keluhan. Yang perlu diperhatikan dan dipahami adalah pada keadaan ini bukan merupakan suatu penyakit tetapi kelainan letak sehingga semua turun peranakan memerlukan pengobatan dan bila memerlukan pengobatan dapat dilakukan secara konservasi atau operasi.
Turun peranakan dapat berupa turunnya kandungan kemih ke dalam liang atau organ kemaluan (uretrokel), turunnya rahim bawah dan kandung kemih kedalam liang atau rongga kemaluan (uretrovesikokel), turunnya kandungan kemih ke dalam liang atau rongga kemaluan (vesikokel), turunnya rahim beserta jaringan penunjangnya kedalam liang atau rongga kemaluan (prolapsus uteri), turunyan usus besar bagian bahwa kedalam liang atau rongga kemaluan (rektokel) dan turunnya tunggul bekas operasi pengakatan rahim kedalam liang atau rongga kemaluan (prolaps puncak vagina).
Amir, mengatakan otot dasar punggung pada dasarnya berfungsi sebagi pembatas rongga perut dan menjaga agar organ panggul berada pada posisi yang benar dan sebagai sandaran organ panggul tersebut, sehingga pada keadaan normal organ pelvis tidak turun, fungsi lainnya adalah menjaga keseimbangan tekanan udara di dalam dan di luar perut. Bila otot dasar panggul rusak, maka pertahanan terakhir dari organ panggul tersebut adalah alat penggantungnya yang menyokong organ tersebut dengn melekatkan diri pada dinding samping rongga panggul.
Keistimewaan dari otot dasar panggul adalah tetap bekerja (kontraksi) meskipun dalam keadaan istirahat sehingga tidak ada celak yang memungkinkan terjadinya penurunan alat organ genetalia. (arsep pajario)
Cara Alamiah Atasi Masalah Kehamilan
Bila saat hamil Anda mengalami berbagai keluhan sebaiknya pergi ke rumah sakit atau ke dokter kandungan dan mintalah penjelasan dokter, apakah tekanan darah Anda normal atau tinggi. Tekanan darah yang terlalu tinggi patut diwaspadai, karena bisa menjadi tAnda peringatan, mungkin Anda mengalami preeklamsia.
Penyebab lain ialah kekurangan zat besi.
Sebaiknya Anda banyak mengandung makanan yang mengadung zat besi seperti, jagung, daging sapi, telur, kacang-kacangan dan buah-buah yang menolong menyerap zat besi secara baik.l Jika tekanan darah tinggi maupun darah rendah keduanya dapat menyebabkan sakit kepala. Karena itu setiap pagi secara teratur semprotkan air dingin dengan selang ke seluruh bagian kaki, di bawah lalu ke paha dan pantat, kemudian kembali dri atas ke bawah.
Selanjutnya pada kedua belah tangan, mulai dari telapak tangan ke bahu dan sebaliknya.l Bila Anda mengalami migren yang mendadak, atau sakit kepala karena tegang, maka dengan minyak lavender ketegangan tersebut dapat diatasi. Minyak tersebut dioleskan pada leher dan kening.l Perubahan hormon tidak dapat dihindari dan dapat dicegah melarnya kulit terutama dibagian perut, dada, dan pantat. Salah satu cara mencegahnya atau menguranginya adalah dengan menyikat kulit Anda terutama di bagian-bagian tersebut dengan sikat sangat lembut, kemudian memijatnya dengan baby oil.
l Makin dekat ke saat melahirkan, Anda akan sering terjaga pada saat malam hari. Perut yang membesar membuat Anda sulit untuk mendapatkan posisi tidur yang tepat. Sebaiknya Anda melatih pernapasan untuk persiapan kelahiran. Minuman yang hangat juga dapat menenangankan ketegangan. Campurlah air jeruk nipis ke dalam teh hangat.
l Beban fisik dan kejiwaan pada saat hamil dapat menimbulkan keputihan. Untuk mengatasi hal tersebut yakni dengan mencuci alat kelamin hanya dengan cairan pencuci bebas sabun, agar asam pelindung kulit tidak rusak. Dan pakailah pakaian yang terbuat dari kantun.
l Untuk memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh saat hamil, dapat dilakukan dengan cara memprotkan air dingin dengan selang, mulai dari telapak kaki lalu naik ke lutut.
(arsep p/ayahbunda)
SEJAK dulu turun peranakan yang di dunia medis disebut dengan istilah prolaps genetalia telah banyak dikenal orang. Keadaan ini disamakan dengan suatu hernia yaitu di mana bagian organ bagian dalam tubuh turun ke rongga kemaluan atau bahkan mungkin keluar dari liang kemaluan tersebut.
Turun peranakan terjadi karena adanya kelemahan pada otot besar panggul sehingga satu atau lebih organ didalam panggul turun. Kerusakan yang terjadi mulanya tanpa gejala (asimptomatik), tetapi dengan bertambahnya usia maka kadar hormon estrogen dalam tubuh akan menurun dan akan menyebabkan penurunan fungsi otot sehingga keadaan tersebut menjadi bergejala.
Menurut data di RSCM Jakarta tahun 1995-2000 telah dilakukan tindakan operasi pada 240 kasus yang mempunyai keluhan dengan rata-rata 60 hingga 70 tahun, sehingga tidak mengherankan bila di Indonesia yang usia harapan hidupnya meningkat kejadian turunnya peranakan meningkat, walaupun kadang-kadang riwayat melahirkan tidak lebih dari empat kali.
Dr H Amir Fauzi, SpOG, dari Subdivisi Uroginekologi dan Rekonstruksi Departemen Obstetri dan Ginekologi FK Unsri dan RSMH, mengatakan kebanyakan wanita yang pernah melahirkan terutama yang mempunyai riwayat melahirkan empat kali atau lebih akan mengalami kelemahan otot besar panggul sehingga terjadi penurunan organ panggul yang kadang tanpa gejala tergantung beratnya kelainan tersebut.
Menurutnya, derajat beratnya kelainan adalah tergantung pada posisi organ panggul di dalam liang kemaluan. Pada keadaan ringan dan sidang (tingkat I-II) kebanyakan tanpa gejala, pada keadaan berat (tingkat III) baru dirasakan adanya keluhan. Yang perlu diperhatikan dan dipahami adalah pada keadaan ini bukan merupakan suatu penyakit tetapi kelainan letak sehingga semua turun peranakan memerlukan pengobatan dan bila memerlukan pengobatan dapat dilakukan secara konservasi atau operasi.
Turun peranakan dapat berupa turunnya kandungan kemih ke dalam liang atau organ kemaluan (uretrokel), turunnya rahim bawah dan kandung kemih kedalam liang atau rongga kemaluan (uretrovesikokel), turunnya kandungan kemih ke dalam liang atau rongga kemaluan (vesikokel), turunnya rahim beserta jaringan penunjangnya kedalam liang atau rongga kemaluan (prolapsus uteri), turunyan usus besar bagian bahwa kedalam liang atau rongga kemaluan (rektokel) dan turunnya tunggul bekas operasi pengakatan rahim kedalam liang atau rongga kemaluan (prolaps puncak vagina).
Amir, mengatakan otot dasar punggung pada dasarnya berfungsi sebagi pembatas rongga perut dan menjaga agar organ panggul berada pada posisi yang benar dan sebagai sandaran organ panggul tersebut, sehingga pada keadaan normal organ pelvis tidak turun, fungsi lainnya adalah menjaga keseimbangan tekanan udara di dalam dan di luar perut. Bila otot dasar panggul rusak, maka pertahanan terakhir dari organ panggul tersebut adalah alat penggantungnya yang menyokong organ tersebut dengn melekatkan diri pada dinding samping rongga panggul.
Keistimewaan dari otot dasar panggul adalah tetap bekerja (kontraksi) meskipun dalam keadaan istirahat sehingga tidak ada celak yang memungkinkan terjadinya penurunan alat organ genetalia. (arsep pajario)
Cara Alamiah Atasi Masalah Kehamilan
Bila saat hamil Anda mengalami berbagai keluhan sebaiknya pergi ke rumah sakit atau ke dokter kandungan dan mintalah penjelasan dokter, apakah tekanan darah Anda normal atau tinggi. Tekanan darah yang terlalu tinggi patut diwaspadai, karena bisa menjadi tAnda peringatan, mungkin Anda mengalami preeklamsia.
Penyebab lain ialah kekurangan zat besi.
Sebaiknya Anda banyak mengandung makanan yang mengadung zat besi seperti, jagung, daging sapi, telur, kacang-kacangan dan buah-buah yang menolong menyerap zat besi secara baik.l Jika tekanan darah tinggi maupun darah rendah keduanya dapat menyebabkan sakit kepala. Karena itu setiap pagi secara teratur semprotkan air dingin dengan selang ke seluruh bagian kaki, di bawah lalu ke paha dan pantat, kemudian kembali dri atas ke bawah.
Selanjutnya pada kedua belah tangan, mulai dari telapak tangan ke bahu dan sebaliknya.l Bila Anda mengalami migren yang mendadak, atau sakit kepala karena tegang, maka dengan minyak lavender ketegangan tersebut dapat diatasi. Minyak tersebut dioleskan pada leher dan kening.l Perubahan hormon tidak dapat dihindari dan dapat dicegah melarnya kulit terutama dibagian perut, dada, dan pantat. Salah satu cara mencegahnya atau menguranginya adalah dengan menyikat kulit Anda terutama di bagian-bagian tersebut dengan sikat sangat lembut, kemudian memijatnya dengan baby oil.
l Makin dekat ke saat melahirkan, Anda akan sering terjaga pada saat malam hari. Perut yang membesar membuat Anda sulit untuk mendapatkan posisi tidur yang tepat. Sebaiknya Anda melatih pernapasan untuk persiapan kelahiran. Minuman yang hangat juga dapat menenangankan ketegangan. Campurlah air jeruk nipis ke dalam teh hangat.
l Beban fisik dan kejiwaan pada saat hamil dapat menimbulkan keputihan. Untuk mengatasi hal tersebut yakni dengan mencuci alat kelamin hanya dengan cairan pencuci bebas sabun, agar asam pelindung kulit tidak rusak. Dan pakailah pakaian yang terbuat dari kantun.
l Untuk memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh saat hamil, dapat dilakukan dengan cara memprotkan air dingin dengan selang, mulai dari telapak kaki lalu naik ke lutut.
(arsep p/ayahbunda)
Peranakan Turun, Bagaimana Mengatasinya
Republika, Minggu, 03 Juli 2005
Gangguan ini bisa menurunkan kualitas hidup. Karena itu, sebaiknya segera ditangani. Caranya cukup beragam, mulai dari pijat sampai operasi. Anda sedang hamil?
Nah, ada pesan untuk Anda saat melahirkan si jabang bayi nanti. Usahakan melahirkan si kecil dengan cara yang bagus. ''Jangan didorong-dorong waktu mengejan. Cara seperti itu bisa menyebabkan peranakan turun,'' kata dokter R Muharam SpOG, ahli kebidanan dan kandungan dari Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Dalam ilmu kedokteran, peranakan turun dikenal dengan istilah prolaps genetalia. Keadaan ini disamakan dengan suatu hernia di mana ada bagian organ dalam tubuh yang turun ke rongga kemaluan. Bahkan, ada kalanya, bagian organ dalam tubuh itu sampai keluar dari liang kemaluan. ''Pada penderita peranakan turun, leher rahimnya biasanya melek.
Jadi, rahimnya turun, seperti ada daging keluar,'' jelas Muharam. Lalu, siapa saja yang berisiko mengalami hal ini? Wanita yang baru melahirkan, apalagi yang sudah berulangkali melahirkan, tergolong dalam kelompok wanita yang berisiko tinggi menderita gangguan ini. Selain itu, cara penjahitan pascaoperasi yang kurang baik, juga bisa merangsang turunnya peranakan.
Patut pula dicatat, peranakan turun ternyata tak cuma bisa diderita oleh wanita yang pernah melahirkan. Artinya, wanita yang belum pernah melahirkan pun bisa mengalami gangguan ini. ''Tapi memang, kemungkinannya kecil. Kalaupun ada biasanya didapat dari bayi.'' Umumnya, peranakan turun terjadi karena lemahnya otot besar panggul. Otot yang lemah ini mengakibatkan satu atau lebih organ di dalam panggul menjadi turun.
Ini terjadi secara perlahan-lahan. Bahkan pada awalnya, si penderita tak merasakan keluhan apapun. Namun, seiring dengan bertambahnya usia yang dibarengi dengan turunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh seorang wanita, kondisi tersebut mulai terasa mengganggu karena fungsi otot mengalami penurunan. Karena itu, bisa dipahami bila peranakan turun biasanya dikeluhkan oleh wanita yang telah memasuki masa menopause.
Muharam menjelaskan, wanita yang pernah melahirkan, apalagi yang sudah berulang kali bersalin, berisiko tinggi mengalami kelemahan pada otot besar panggul ini. Bila ini terjadi, maka organ dalam bagian panggul bisa saja mengalami penurunan. Pada keadaan ringan dan sedang, kondisi itu umumnya tak memunculkan gejala. Pada keadaan berat, barulah si penderita merasakan beberapa gejala. Sementara berat-ringannya kelainan, sangat tergantung pada posisi organ dalam panggul (yang turun itu) di dalam liang kemaluan.
Menurunkan kualitas hidupPada derajat yang cukup berat, peranakan turun bisa menimbulkan sejumlah gejala. Ada wanita yang mengeluh, vaginanya terasa penuh. Ada pula yang mengeluh sakit pinggang. Ini terjadi karena otot penunjang rahim sudah lemah akibat kehamilan atau batuk yang lama. Hal lain yang kerap dikeluhkan para penderita adalah badan terasa tidak enak, pegal, dan buang air menjadi susah. ''Ini berakibat pada menurunnya kualitas hidup.''
Peranakan turun perlu secepatnya ditangani. Bila tidak, bisa berakibat lebih jauh sehingga organ dalam tubuh yang turun ke liang kemaluan itu harus diangkat. Artinya, penderita harus menjalani operasi. Untungnya, peranakan turun tak selalu diatasi lewat tindakan operasi. Pada stadium rendah, penanganan bisa dilakukan dengan menggunakan semacam cincin karet. ''Tapi kalau sudah keluar yang berarti sudah dalam stadium berat, harus dioperasi.''
Di luar penanganan medis, penderita peranakan turun bisa pula ditolong dengan cara diurut atau dipijat. Ini dilakukan untuk mengembalikan organ dalam tubuh yang sudah turun itu agar bisa kembali ke posisi semula. Cuma sayangnya, organ yang sudah terlanjur turun tersebut terkadang sulit dikembalikan ke posisi semula, apalagi pada penderita yang sudah berusia lanjut.
Agar tak Makin Parah
Peranakan turun berpotensi menurunkan kualitas hidup. Pada stadium yang berat, peranakan turun bisa membuat seorang wanita sulit melakukan aktivitas sehari-hari karena sakit yang dirasakan. Nah, agar keluhan ini tak makin parah, dokter R Muharam SpOG, memberikan sejumlah saran, yaitu:
* Jangan mengejan (ngeden) sembarangan dan tidak terlalu banyak batuk. Terlalu banyak batuk bisa membuat organ dalam tubuh keluar dari liang kemaluan.
* Hindari mengangkat benda atau barang yang berat.
* Jangan terlalu banyak berdiri. (bur )
Gangguan ini bisa menurunkan kualitas hidup. Karena itu, sebaiknya segera ditangani. Caranya cukup beragam, mulai dari pijat sampai operasi. Anda sedang hamil?
Nah, ada pesan untuk Anda saat melahirkan si jabang bayi nanti. Usahakan melahirkan si kecil dengan cara yang bagus. ''Jangan didorong-dorong waktu mengejan. Cara seperti itu bisa menyebabkan peranakan turun,'' kata dokter R Muharam SpOG, ahli kebidanan dan kandungan dari Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Dalam ilmu kedokteran, peranakan turun dikenal dengan istilah prolaps genetalia. Keadaan ini disamakan dengan suatu hernia di mana ada bagian organ dalam tubuh yang turun ke rongga kemaluan. Bahkan, ada kalanya, bagian organ dalam tubuh itu sampai keluar dari liang kemaluan. ''Pada penderita peranakan turun, leher rahimnya biasanya melek.
Jadi, rahimnya turun, seperti ada daging keluar,'' jelas Muharam. Lalu, siapa saja yang berisiko mengalami hal ini? Wanita yang baru melahirkan, apalagi yang sudah berulangkali melahirkan, tergolong dalam kelompok wanita yang berisiko tinggi menderita gangguan ini. Selain itu, cara penjahitan pascaoperasi yang kurang baik, juga bisa merangsang turunnya peranakan.
Patut pula dicatat, peranakan turun ternyata tak cuma bisa diderita oleh wanita yang pernah melahirkan. Artinya, wanita yang belum pernah melahirkan pun bisa mengalami gangguan ini. ''Tapi memang, kemungkinannya kecil. Kalaupun ada biasanya didapat dari bayi.'' Umumnya, peranakan turun terjadi karena lemahnya otot besar panggul. Otot yang lemah ini mengakibatkan satu atau lebih organ di dalam panggul menjadi turun.
Ini terjadi secara perlahan-lahan. Bahkan pada awalnya, si penderita tak merasakan keluhan apapun. Namun, seiring dengan bertambahnya usia yang dibarengi dengan turunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh seorang wanita, kondisi tersebut mulai terasa mengganggu karena fungsi otot mengalami penurunan. Karena itu, bisa dipahami bila peranakan turun biasanya dikeluhkan oleh wanita yang telah memasuki masa menopause.
Muharam menjelaskan, wanita yang pernah melahirkan, apalagi yang sudah berulang kali bersalin, berisiko tinggi mengalami kelemahan pada otot besar panggul ini. Bila ini terjadi, maka organ dalam bagian panggul bisa saja mengalami penurunan. Pada keadaan ringan dan sedang, kondisi itu umumnya tak memunculkan gejala. Pada keadaan berat, barulah si penderita merasakan beberapa gejala. Sementara berat-ringannya kelainan, sangat tergantung pada posisi organ dalam panggul (yang turun itu) di dalam liang kemaluan.
Menurunkan kualitas hidupPada derajat yang cukup berat, peranakan turun bisa menimbulkan sejumlah gejala. Ada wanita yang mengeluh, vaginanya terasa penuh. Ada pula yang mengeluh sakit pinggang. Ini terjadi karena otot penunjang rahim sudah lemah akibat kehamilan atau batuk yang lama. Hal lain yang kerap dikeluhkan para penderita adalah badan terasa tidak enak, pegal, dan buang air menjadi susah. ''Ini berakibat pada menurunnya kualitas hidup.''
Peranakan turun perlu secepatnya ditangani. Bila tidak, bisa berakibat lebih jauh sehingga organ dalam tubuh yang turun ke liang kemaluan itu harus diangkat. Artinya, penderita harus menjalani operasi. Untungnya, peranakan turun tak selalu diatasi lewat tindakan operasi. Pada stadium rendah, penanganan bisa dilakukan dengan menggunakan semacam cincin karet. ''Tapi kalau sudah keluar yang berarti sudah dalam stadium berat, harus dioperasi.''
Di luar penanganan medis, penderita peranakan turun bisa pula ditolong dengan cara diurut atau dipijat. Ini dilakukan untuk mengembalikan organ dalam tubuh yang sudah turun itu agar bisa kembali ke posisi semula. Cuma sayangnya, organ yang sudah terlanjur turun tersebut terkadang sulit dikembalikan ke posisi semula, apalagi pada penderita yang sudah berusia lanjut.
Agar tak Makin Parah
Peranakan turun berpotensi menurunkan kualitas hidup. Pada stadium yang berat, peranakan turun bisa membuat seorang wanita sulit melakukan aktivitas sehari-hari karena sakit yang dirasakan. Nah, agar keluhan ini tak makin parah, dokter R Muharam SpOG, memberikan sejumlah saran, yaitu:
* Jangan mengejan (ngeden) sembarangan dan tidak terlalu banyak batuk. Terlalu banyak batuk bisa membuat organ dalam tubuh keluar dari liang kemaluan.
* Hindari mengangkat benda atau barang yang berat.
* Jangan terlalu banyak berdiri. (bur )
Langganan:
Komentar (Atom)